Hypothermia

Posted: February 28, 2012 in Just Share About Adventures

Hypothermia ….

 

BISA membunuh bagi yg belum tahu……..

Lebih baik mencegah dari pada mengobati

 

Setiap tahun  pendakiIndonesiameninggal karena mereka belum tahu dan belum siap mencegah Hypothermia.

– Ini kesalahan besar!

Apakah Kamu siap?

 

 

Apakah Hypothermia?

Biasanya suhu tubuh Kita normal dan tetap pada suhu +/-37,5 derajat Celsius. Kalau panas, tubuh kita akan mengeluarkan keringat untuk mengurangi panas tersebut, dan kalau dingin kita menggigil untuk memanaskan tubuh. Hypothermia adalah penurunan suhu tubuh (kedingingan) dari suhu normal, dan apabila kalau tidak cepat mengatasi situasi tersebut di gunung bisa berakibat fatal. Percayalah…! setiap tahun diIndonesia, anak pendaki meninggal karena hypothermia,…. jangan sampai Kamu atau teman lain menjadi korban dan kemudian tewas. Sebagai pendaki, Anda harus paham tentang hypothermia.

Bagaimana Mencegah?

Memakai pakaian yang berlapis untuk mengontrol suhu tanpa banyak mengeluarkan keringat, jangan duduk/berbaring langsung diatas tanah/batu, dan gunakan topi bulu domba kalau dingin, karena kebanyakan panas tubuh hilang dari kepala.

Saat mendaki atau berjalan kembali kita bisa mengurangi lapisan pakaian sehingga tidak mengeluarkan banyak keringat (jika pakaian jadi basah… panas tubuh akan hilang lebih cepat). Saat berhenti, sebaiknya kembali menambah pakaian (berlapis) SEBELUM tubuh mulai menjadi dingin atau suhu tubuh menurun. (jangan tunggu tubuh menjadi dingin atau suhu tubuh menurun, karena badannya harus membutuhkan energi untuk mengembalikan panas tubuh).

Hindarkan kulit dari air.

Makan makanan tambahan sesering mungkin yang berkalori tinggi, misalnya gula-gula, coklat, dll.

Siap membawa cukup pakaian gunung, peralatan, tenda dan makanan.

Celana “jeans” (seperti Levis) tidak cocok untuk mendaki, karena jeans yang basah akan lebih berat dan lama keringnya.

Bawahlah  termos untuk menyimpan air panas agar pada saat perjalanan atau beristirahat kita tidak repot lagi untuk menyiapkannya.

Melakukan paking ransel sehingga kalau hujan pakaian, SB dan alat penting tetap tidak menjadi basah. (Misalnya memakai polybag2 dalam ransel)

Simpan bahan bakar kompor dalam botol yg kuat dan aman agar tidak terjadi bocor pada saat melakukan perjalanan di gunung. Kalau memakai botol Aqua saja, dua botol kecil lebih terjamin dibanding satu botol besar.

Kalau rencananya pulang pergi dalam waktu satu hari… membawah cukup persiapan untuk bermalam dengan aman. (misalnya ‘flysheet’ tenda, survival bag, makanan darurat). Siapa tahu akan terjadi sesuatu saat perjalanan yang mengharuskan kita untuk  bermalam atau membutuhkan perlindungan.

Dingin, Hujan dan Angin = Berbahaya (Sangat mudah terserang hypothermia)

… Siap untuk mencegah Hypothermia dan cepat mengatasi sebelum terlambat.

Tabel tahapan sifat hypothermia :

Harus berani  menghentikan kegiatan demi mengatasi hypothermia daripada melanjutkan perjalanan.

Hypothermia bisa dan akan membunuh bagi yg tidak paham dan siap.

Kalau Anda pendaki, Anda tidak ada alasan untuk menjadikan korban menderita hypothermia berat yang dapat mengakibatkan kematian (tewas).

Situasi apapun yg terjadi di gunung Anda harus bisa menjaga panas tubuh. Paham dan siapkanlah

 

 

“Saya kuat dan tidak takut dingin !” <- hanya kalimat bodoh

Kalau Anda pernah merasa dingin atau pernah menggigil di gunung, berarti suhu tubuh Anda sudah mulai menurun dari suhu normal.

… Kalau terus di situasi tersebut tanpa intervensi atau perubahan situasi, suhu tubuh akan terus menurun lagi sampai kamu tidak bisa membantu diri sendiri. Semangat saja tidak cukup dan bisa berbahaya !!!.. Pengatahuan dan persiapan lebih penting kalau Kamu mau menjadi seorang yang ahli di gunung dari pada menjadi korban (orang bodoh).

Paham : Semakin lama menunggu sebelum menaikkan suhu tubuh yang mulai menurun maka akan semakin susah dan berbahaya.

Susah untuk menyelamatkan korban hypothermia berat…. lebih baik mencegah dari pada mengobati.

 

 

 

 


 

Cara Membuat Bootable USB Drive

Posted: February 28, 2012 in Turtle Klinik IT

USB (Universal Serial Bus) drive telah menjadi sebuah perangkat yang sering digunakan untuk membackup data, menggeser fungsi floppy disks, CD, dan ZIP disks. USB drive tidak hanya murah, tetapi juga sangat praktis, tahan banting, dan dapat memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar. Untuk mengantisipasi saat komputer kita tidak dapat melakukan boot, kita harus memiliki bootable disk. Bootable disk dapat mengindarkan kita dari ketidakmampuan untuk mengakses komputer kita karena masalah booting. Dengan menggunakan bootable USB drive, kita bahkan dapat mengatasi masalah booting dengan lebih cepat.
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat bootable USB drive:
1. Masukkan USB drive anda ke salah satu USB port di komputer anda

2. Klik “Start” di bagian kiri bawah di layar komputer anda

3. Ketikkan “cmd” didalam window RUN untuk membuka command prompt

4. Ketikkan “disk part” kedalam command prompt dan tekan Enter. Setelah itu ketikkan “List disk” dan tekan Enter lagi.

5. Tentukan manakah dari daftar disk yang ditayangkan yang merupakan USB drive anda. (Misalnya USB drive anda berkapasitas 4GB, maka opsi dengan size 4GB itulah yang perlu anda lihat). Catat nomor yang mengidentifikasi USB drive Anda itu di kertas.

6. Ketikkan command berikut kedalam command prompt untuk melakukan format terhadap USB drive anda.

“Select disk A,” ganti “A” dengan nomor yang anda dapatkan di langkah ke 5 tadi. Tekan Enter
“Clean.” Tekan Enter
“Create Partition Memory.” Tekan “Enter.”
“Select Partition A.” Tekan “Enter.”
“Format FS=NTFS.” Tekan “Enter.”
“Assign.” Tekan “Enter.”
“Exit.” Tekan “Enter.”

7. Masukkan CD instalasi Windows XP atau Vista anda. Komputer anda akan membaca CD instalasi itu, dan sebuah window akan muncul di layar. Daftar dari semua drive yang ada akan ditampilkan disitu. Carilah huruf yang merupakan simbol dari CD-ROM serta USB drive anda. Catatlah huruf-huruf ini di kertas.

8. Ketikkan command berikut kedalam command prompt:

“B:CD boot,” ganti “B” dengan huruf yang merupakan simbol dari CD-ROM. Tekan “Enter.”
“CD boot.” Tekan “Enter.”
“Bootsect.exe/NT60 C:,” ganti “C” dengan huruf yang merupakan simbol dari USB Drive. Tekan “Enter.”

9. Copy boot information dari CD instalasi ke USB drive dengan memasukkan command berikut kedalam command prompt:
“xcopy C:*.* /s/e/f B:/,” ganti “B” dengan huruf yang merupakan simbol dari CD-ROM dan ganti “C” dengan huruf yang merupakan simbol dari USB drive. Tekan “Enter.”

Biarkan komputer melakukan copy data dari CD instalasi ke USB drive.

10. Cabut USB drive dari USB port, pasang kembali tutupnya, dan berikan label “bootable” dengan spidol. Simpan USB drive itu di tempat yang aman. Keluarkan CD instalasi Windows anda dan kembalikan ke tempatnya.

           Kenikmatan mendaki gunung dan puncak-puncak ketinggian di dunia memang tidak dapat dipungkiri merupakan harapan banyak orang. Namun demikian berada di puncak-puncak ketinggian di dunia ada bahaya/resiko yang bisa dialami manusia yaitu bahaya timbulnya penyakit karena berada di ketinggian (Altitude or Mountain Sickness). Penyakit ketinggian dapat terjadi pada beberapa orang ketika berada di ketinggian minimal 2.500 m dpl, tetapi gejala serius bisa saja tidak terjadi hingga berada di ketinggian 3.000 m dpl. Namun demikian di banyak kasus ketinggian pada dasarnya tidaklah penting tetapi seberapa cepat kita mendaki ke ketinggian tersebut.

Penyakit Akut di Pegunungan (Acute Mountain Sickness (AMS)) ini sebenarnya lebih sering terjadi pada pria muda yang terlalu bersemangat karena mereka lebih cenderung untuk mencoba melakukan pendakian cepat dengan berlari menaiki gunung seperti beberapa super hero yang nekad. Mengikuti petunjuk umum pendakian jauh lebih aman (dan lebih menyenangkan) untuk menghindari penyakit ketinggian dengan merencanakan jadwal yang masuk akal yang memungkinkan untuk aklimatisasi bertahap untuk ketinggian saat kita mendaki, (Kita dapat turun ke daerah yang lebih rendah secepat yang kita inginkan!).

Apa itu Ketinggian (High Altitude) ?

Sulit untuk menentukan siapa yang mungkin akan terpengaruh oleh penyakit ketinggian karena tidak ada faktor-faktor tertentu seperti usia, jenis kelamin, atau kondisi fisik yang berkorelasi dengan kerentanan seseorang terhadap sakit karena ketinggian. Beberapa orang menjadi rentan tetapi beberapa orang lainnya tidak rentan karena berada di tempat-tempat yang tinggi.

Kebanyakan orang bisa naik ke 2.500 meter dpl. dengan efek sedikit atau tidak ada. Jika kita telah berada di ketinggian yang sebelumnya tanpa masalah, kita mungkin dapat kembali ke ketinggian yang sama tanpa masalah selama kita benar-benar berkalimatisasi. Jika kita belum berkunjung ke ketinggian tinggi sebelum, kita harus berhati-hati ketika melakukannya.

Penyebab Penyakit Ketinggian

Persentase oksigen di atmosfer di permukaan laut adalah sekitar 21% dan tekanan udara adalah sekitar 1000MB (760 mmHg).

Seiring dengan peningkatan ketinggian, persentase tetap sama tetapi jumlah molekul oksigen per sekali menarik napas akan berkurang. Pada 3.600 meter dpl tekanan udara hanya sekitar 630 mb (480 mmHg), jadi ada molekul oksigen sekitar 40% lebih sedikit per sekali menarik napas sehingga tubuh harus menyesuaikan untuk memiliki oksigen kurang.

Selain itu, tekanan udara lebih rendah pada ketinggian yang lebih tinggi dapat menyebabkan cairan bocor dari kapiler di kedua paru-paru dan otak yang dapat menyebabkan cairan keluar dan membanjiri paru-paru atau otak. Melanjutkan ke ketinggian yang lebih tinggi tanpa aklimatisasi yang tepat dapat menyebabkan penyakit, berpotensi serius bahkan mengancam jiwa di ketinggian.

Aklimatisasi (Acclimatisation)

Penyebab utama penyakit ketinggian ini jika kita terlalu cepat mencapai tempat-tempat ketinggian. Apabila kita cukup waktu untuk mencapai tempat-tempat yang tinggi, tubuh kita akan beradaptasi dengan penurunan oksigen di ketinggian tertentu. Proses ini dikenal sebagai aklimatisasi dan umumnya membutuhkan satu sampai tiga hari pada setiap ketinggian tertentu, misalnya jika kita naik sampai 3.000 meter dpl dan menghabiskan beberapa hari di ketinggian itu, tubuh kita akan menyesuaikan diri sampai 3.000 meter. Jika kita kemudian naik ke 5.000 meter dpl. tubuh kita harus menyesuaikan diri sekali lagi, demikian seterusnya.

Beberapa perubahan yang akan terjadi dalam tubuh kita yang memungkinkan untuk mengatasi dengan penurunan oksigen di udara :

  • Meningkatnya kedalaman bernafas.
  • Tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah (haemoglobin) untuk membawa oksigen.
  • Tekanan dalam kapiler paru meningkat, “memaksa” darah ke bagian paru-paru yang biasanya tidak digunakan ketika bernapas di permukaan laut.
  • Tubuh memproduksi lebih dari enzim tertentu yang menyebabkan pelepasan oksigen dari hemoglobin ke jaringan tubuh.

Pernapasan Periodik Selama Tidur (Cheyne-Stokes respirasi)

Di atas 3.000 meter dpl kebanyakan orang mengalami pernapasan periodik selama tidur yang dikenal sebagai respirasi Cheyne-Stokes. Pola ini dimulai dengan beberapa napas pendek dan meningkat menjadi respirasi mendesah dalam-dalam kemudian jatuh dengan cepat bahkan berhenti sama sekali selama beberapa detik dan kemudian napas pendek mulai lagi. Selama periode ketika bernapas berhenti orang sering menjadi gelisah dan mungkin terbangun dengan perasaan tiba-tiba sesak napas. Hal ini dapat mengganggu pola tidur, melelahkan pendaki. Jenis pernapasan tidak dianggap normal di ketinggian. Acetazolamide sangat membantu dalam mengurangi pernapasan periodik.

Penyakit Akut di Pegunungan (Acute Mountain Sickness (AMS))

AMS adalah sangat umum di ketinggian tinggi. Pada lebih dari 3.000 meter dpl  75% orang akan mengalami gejala ringan. Terjadinya AMS tergantung pada elevasi, laju pendakian, dan kerentanan individu. Banyak orang akan mengalami AMS ringan selama proses aklimatisasi. Gejala biasanya mulai 12 sampai 24 jam setelah tiba di ketinggian dan mulai penurunan keparahan sekitar hari ketiga.

Gejala AMS ringan meliputi:

  • Sakit kepala
  • Mual & Pusing
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Tidur terganggu
  • Perasaan malaise Umum

Gejala cenderung lebih buruk pada malam hari dan ketika irama pernapasan menurun. AMS ringan tidak mengganggu aktivitas normal dan gejala umumnya mereda dalam waktu dua sampai empat hari sebagai aklimatisasi tubuh. Selama terjadinya gejala yang ringan, dan hanya mengganggu, pendakian dapat melanjutkan pada tingkat moderat. Ketika hiking, adalah penting bahwa Anda berkomunikasi gejala penyakit segera untuk orang lain pada perjalanan Anda.

AMS Sedang

Tanda-tanda dan gejala AMS Sedang meliputi:

  • Sakit kepala parah yang tidak berkurang dengan obat-obatan
  • Mual dan muntah kelemahan, meningkatkan dan kelelahan
  • Sesak napas
  • Penurunan koordinasi (ataksia).

Aktivitas yang normal sulit, meskipun orang masih dapat berjalan sendiri. Pada tahap ini, hanya obat-obatan canggih atau keturunannya dapat membalikkan masalah. Turun ke tempat yang lebih rendah hanya 300 meter dpl akan menghasilkan beberapa perbaikan, dan dua puluh empat jam pada ketinggian yang lebih rendah akan menghasilkan perbaikan yang signifikan. Orang harus tetap di ketinggian rendah sampai semua gejala sudah reda (sampai 3 hari). Pada titik ini, orang telah menyesuaikan dengan iklim untuk ketinggian itu dan dapat mulai mendaki lagi.

Tes terbaik untuk AMS sedang adalah menyuruh seseorang yang terkena AMS sedang berjalan dengan tumit sampai ujung kaki membentuk garis lurus seperti yang dilakukan pada tes kesadaran. Seseorang dengan ataksia tidak akan mampu berjalan lurus. Ini merupakan indikasi yang jelas bahwa turun ke ketinggian yang lebih rendah perlu segera dilakukan. Hal ini penting untuk menghindari sebelum ataksia mencapai titik di mana mereka tidak bisa berjalan sendiri (yang akan memerlukan evakuasi tandu).

AMS Parah

AMS parah hasil dalam peningkatan keparahan gejala tersebut termasuk : Sesak napas saat istirahat, Ketidakmampuan untuk berjalan, Penurunan status mental, Bocor cairan di paru-paru, AMS parah membutuhkan turun ke tempat yang lebih rendah secepatnya dari ketinggian sekitar 600 meter dpl dan ke ketinggian yang lebih rendah lagi.

Adadua kondisi serius yang berhubungan dengan ketinggian AMS parah : High Altitude Cerebral Edema (HACO) dan High Altitude Edema Paru (HAPO). Yang kedua yang lebih sering terjadi, terutama bagi mereka yang mampu beradaptasi terhadap iklim. Tapi, ketika mereka lakukan terjadi, biasanya pada orang yang terlalu tinggi terlalu cepat atau pendakian pada daerah yang sangat tinggi dan tinggal disana. Dalam kedua kasus kurangnya hasil oksigen kebocoran cairan melalui dinding kapiler menjadi baik paru-paru atau otak.

High Altitude Edema Paru (HAPO)

HAPO hasil dari cairan yang terbentuk di paru-paru. Cairan ini mencegah pertukaran oksigen yang efektif. Ketika kondisi menjadi lebih parah, tingkat oksigen dalam aliran darah berkurang, yang menyebabkan sianosis, gangguan fungsi otak, dan kematian.

Gejala HAPO meliputi :

  • Sesak napas pada saat istirahat
  • Sesak di dada, dan batuk terus-menerus membesarkan cairan putih, berair, atau berbusa
  • Ditandai kelelahan dan kelemahan
  • Perasaan sesak napas yang akan datang di malam hari
  • Kebingungan, dan perilaku irasional

Kebingungan, dan perilaku irasional adalah tanda-tanda bahwa oksigen tidak cukup mencapai otak. Salah satu metode untuk pengujian diri sendiri untuk HAPO adalah untuk memeriksa waktu pemulihan kita setelah pengerahan tenaga. Dalam kasus HAPO, turun ke tempat yang lebih rendah secepatnya sekitar 600 meter dpl adalah diperlukan untuk menyelamatkan nyawa. Siapapun yang menderita HAPO harus dievakuasi ke fasilitas medis untuk tindak lanjut yang tepat pengobatan.

Pernahkah kita, atau seseorang yang kita kenal, menderita HAPO atau hape (ketinggian edema paru tinggi / edema)? Kemudian bergabung dengan “Database Internasional HAPE” registri di seluruh dunia HAPE penderita sebelumnya yang mungkin mempertimbangkan berpartisipasi dalam studi penelitian masa depan. Untuk informasi lebih lanjut, ikuti link ini: – “International HAPE Registry”

Cerebral Edema Tinggi Ketinggian (HACO)

HACO adalah hasil dari pembengkakan jaringan otak dari kebocoran cairan.

Gejala HACO meliputi:

  • Sakit kepala
  • Kelemahan
  • Disorientasi
  • Kehilangan koordinasi
  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Kehilangan memori
  • Halusinasi & perilaku psikosis
  • Coma.

Ini umumnya terjadi setelah seminggu atau lebih pada ketinggian tinggi. Kasus berat dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Turun ke tempat yang lebih rendah dengan segera sekitar 600 meter dpl adalah upaya menyelamatkan nyawa yang diperlukan.Adabeberapa obat yang dapat digunakan untuk pengobatan di lapangan, tapi ini memerlukan pelatihan yang tepat dalam penggunaannya.

Siapapun yang menderita HACO harus dievakuasi ke fasilitas medis untuk tindak lanjut pengobatan.

Pencegahan Penyakit Ketinggian

Ini melibatkan aklimatisasi yang tepat dan kemungkinan penggunaan obat-obatan.

BEBERAPA PEDOMAN DASAR UNTUK PENCEGAHAN AMS:

  • Jika mungkin, jangan berlari atau mendaki terlalu cepat untuk ketinggian tinggi. Mulai di  bawah 3.000 meter dpl dan seterusnya.
  • Jika kita mendaki terlalu cepat, jangan terlalu percaya diri atau bergerak lebih tinggi selama 24 jam pertama.
  • Jika kita mendaki di atas 3.000 meter dpl, hanya meningkatkan ketinggian 300 meter dpl dengan per hari, dan untuk setiap 900 meter dpl dari elevasi yang diperoleh, mengambil hari istirahat untuk menyesuaikan diri.
  • Mendaki ke tempat tinggi dan tidur di tempat yang lebih rendah!  Kita bisa naik lebih dari 300 meter dpl dalam satu hari selama kita kembali turun dan tidur di ketinggian yang lebih rendah rendah.
  • Jika kita mulai menunjukkan gejala penyakit ketinggian moderat, jangan mendaki lebih tinggi sampai gejala penyakit berkurang.
  • Jika gejala meningkat, turun, turun, dan turun ke tempat yang lebih rendah !
  • Perlu diingat bahwa orang yang berbeda ketahanannya berada pada ketinggian yang berbeda. Pastikan setiap orang dalam tim kita benar-benar mampu menyesuaikan dengan iklim dan ketinggian sebelum mendaki ke tempat yang lebih tinggi.
  • Tetap terhidrasi dan minum dengan baik. Aklimatisasi sering disertai dengan kehilangan cairan, sehingga kita perlu untuk minum banyak cairan untuk tetap terhidrasi dengan baik (setidaknya 4-6 liter per hari). Output urin harus berlimpah dan jernih, kuning pucat.
  • Tenang dan tidak melapun atau berbangga diri sendiri ketika kita pertama kali mendapatkan hingga ketinggian tertentu. Tapi, beraktivitas pada cahaya di siang hari adalah lebih baik daripada tidur karena pernapasan menurun selama tidur, memperburuk gejala.
  • Hindari tembakau, alkohol dan obat-obatan depresan lainnya termasuk, barbiturat, penenang, obat tidur dan opiat seperti dihydrocodeine. Ini lebih lanjut menurunkan rithme pernapasan saat tidur yang mengakibatkan memburuknya gejala.
  • Makan makanan berkalori tinggi sementara pada ketinggian.
  • Ingat: Aklimatisasi dihambat oleh kelelahan, dehidrasi, dan alkohol.

Mendaki gunung diwaktu hujan tentunya kita bakalan hujan-hujanan ria a.k.a berbasah-basahan,dan sebaris kalimat yang terlontar dari teman saya yang masih saya ingat selama ini  adalah “jangan berharap bisa tidur nyenyak dikala musim hujan apabila digunung” dan kata2 itu selalu terbukti dikala mendaki pas musim hujan😀.  mendaki gunung saat hujan memang resikonya 2x lipat dibanding mendaki gunung disaat kemarau,sehingga diperlukan persiapan yang matang, oleh karena itu jauh-jauh hari kita musti memepersiapkan segala sesuatunya secara matang baik itu persiapan fisik maupun peralatan. untuk persiapan fisik bisa kita lakukan 1 bulan sebelum memulai pendakian dengan level yg meningkat setiap harinya dan menurun sebelum hari H.(bisa lari pagi,skotjump,naik turun tangga). Namanya musim hujan jadinya kita musti mempersiapkan peralatan tempur untuk cuaca dingin, pemilihannya juga nggak boleh asal-asalan jangan karena bisa melindungi dari basah kita asal bawa. sehingga dimaksidkan nantinya kita nyaman walaupun hiking dalam musim hujan.

adapun tipsnya sebagai berikut :

1. Selalu bawa raincoat/ponco/jas hujan

Adaberbagai model dari jas hujan mulai dari yg berbentuk kelelawar,berbentuk seperti daster emak-emak dan juga berbentuk yg seperti baju hem lengan panjang lengkap beserta celanannya. nah yg paling terakhir inilah yang paling saya rekomendasikan,bukan hanya simpel,ringan,murah,tetapi safety banget dan yg penting    dapat menahan air biarpun hujan deres banget dan pastinya enggak ribet kalo dipakai buat jalan. dan pastikan jas hujan ini ditaruh ditempat yg mudah dijangkau dari carryl atau day pack sehingga kalau hujan mendadak enggak ribet ngambilnya dan jangan sampai kejadian ribet mau ngambil jas hujan dikala hujan dan setelah dapet udah basah kuyup baru memakai jas hujan malah2 bisa mengakibatkan hypothermia <- musuh paling mematikan dikala hiking musim hujan.

payung lipat sebenernya juga bisa dipakai sebagai salah satu proteksi, tetapi pemakaiannya disesuaikan denganmedan(kondisi jalur,kecepatan angin)

2. Gunakan pakaian yang mudah kering

Pakailah pakaian yang berbahan katun,karena kain katun sangat baik dalam menyerap keringat dan juga cepat kering, dan di HARAMkan memakai pakaian berbahan jeans,walaupun jeans dirasa bahan yg tidak mudah sobek tetapi bahan jeans ini sulit kering dan akan semakin berat jika dipakai jalan.

3. Gunakan Rain cover

Rain cover sangat diperlukan walaupun daypack/carryl kita sudah ada lapisan anti airnya tetapi kadang air ngrembes lewat jahitan sehingga barang2 yg didalam bisa basah.perlu di ingat karena barang2 yg didalam carryl/daypack adalah nyawa kedua bagi kita,kalu itu basah maka tak tahu nasip kita akan jadi apa setibanya digunung nanti.

4. Bawa perlengkapan anti dingin extra

Perlengkapan anti dingin extra disini saya maksudkan jangan hanya membawa sebuji saja usahakan ada cadangannya. sehingga apabila pas dipakai salah satunya basah masih ada penggantinya. untuk perlengkapan standart anti dingin :

(backlava/kupluk,syal,jacket,sweeter,sarung tangan,celana training,kaos kaki,sleeping bag).

5. Bawa perlengkapan seperlunya

Karena pendakian pas musim hujan biasanya lebih sulit dibanding musim kemarau,dikarenakan jalur yg licin,udara lembab sehingga tubuh akan cepat sekali capek apabila melakukan hiking pada waktu musim hujan,sehingga jangan membawa beban yang terlalu berat yg justru akan mempersulit kit sendiri nantinya.

6.Bungkus dalam plastik

Bungkus semua yg ada dalam carryl atau daypack kedalam plastik, lebih bagus lagi apabila dibungkus double sehingga proteksi terhadap air hujan yg dapat membuat bawaan kita menjadi basah bisa diminimalisir.

7. Pisahkan flysheet tenda

Sering kali kita mendirikan tenda pas waktu hujan tiba. sehingga apabila tenda utama basah tentunya hal itu akan menganggu kenyamanan kita nantinya. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut pisahkan flysheet/cover tenda agar pas hujan bisa menutupi pada saat membangunan tenda.

8. Gunakan alas kaki yang memiliki sol yang terbuat dari karet lunak dan mempunyai motif sol yg tebal. Penggunaan alas kaki ini sangat penting, kadang kita hanya asal-asalan memakai alas kaki asal nyaman dikaki jadi kita pakai untuk kegiatan hiking yang justru malah dapat mencelakakan kita,sehingga pilihlah sepatu/sandal (sebenarnya sandal not recomended)yg memiliki sol yg terbuat dari karet lunak dan memiliki motif yg tebal (motif tahu) sehingga nantinya dimaksudkan agar dapat mencengkram tanah yg becek karena hujan dan tidak licin pada saat kita gunakan berpijak pada batu.

9. Usahakan pendakian pada pagi hari,karena biasanya pagi hari digunung jarang turun hujan.

Okai….

KEEP SAFETY,KEEP SMILE and KEEP CLEAN…..

Rasa ini(tell you love)

Posted: February 28, 2012 in Catatan Kecil

masih kuingat jelas..

saat kau hadir temani aku..

berbagi ceria, canda dan tawa berdua..

hingga tercipta satu kisah yang indah..

 

bersamamu..

hilang semua resahku..

dan hanya dirimu..

yang mampu sembuhkan lukaku..

 

mampukah aku mengatakan..?

mampukah aku untuk mengungkapkan..?

semua rasa yang selama ini kupendam..?

tapi..

aku tak bisa merangkai kata..

aku tak bisa mengungkapkan..

seakan bibir ini kaku dan tak bisa bicara..

 

mungkin rasa ini akan terus kupendam..

terpendam jauh di dasar hatiku..

hingga aku mampu untuk melupakan..

biarlah rasa ini kan terus tersimpan..

biarlah semua kan jadi kenangan..

kenangan yang terindah dalam hidupku…

A. Perlengkapan Utama

1. Sepatu dan kaus kaki.
2. Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 – 60 liter).
3. One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
4. Senter dan batere dan bolam ekstra(Headlamp lebih disarankan).
5. Ponco atau raincoat.
6. Matras.
7. Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).
8. Topi rimba.
9. Tempat minum atau veples.
10. Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
11. Obat-obatan pribadi (P3K set).
12. Pisau saku.
13. Kompor (parafin/trangia/kompor gas).
14. Nesting dan sendok dan cangkir.
15. Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).
16. Survival Kit).
17. Peta dan kompas.
18. Altimeter (kalau punya).
19. Tenda
20. Parang tebas dan batu asah.
21. Tissue kering/basah (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
22. Sandal jepit.
23. Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).
24. Kaus tangan.
25. Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).
26. Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.
27. Trekking Pole (kalo nggak ada kayu)

B. Pakaian

1. Pakaian dalam.
2. Celana pendek.
3. Celana panjang.
4. Kaos/t-shirt.
5. Jaket Anti Dingin/Sweater atau parka.
6. Jaket (tahan air).
7. Sarung.
8. Kerpus atau balaclava.
9. Scarf atau slayer.
10. Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.
11. Kaus tangan.
12. Jas hujan (raincoat atau ponco).

C. First Aid Kit

1. Betadine.
2. Kapas.
3. Kain kassa.
4. Perban.
5. Rivanol.
6. Alkohol 70%.
7. Obat alergi: CTM.
8. Obat maag.
9. Tensoplast (agak banyak).
10. Parasetamol.
11. Antalgin.
12. Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab
13. Obat keracunan: Norit.
14. Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock
15. Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti larutan gula-garam).

D. Survival Kit

1. Kaca cermin.
2. Peniti.
3. Jarum jahit.
4. Benang nilon.
5. Mata pancing dan senar pancing.
6. Silet atau cutter.
7. Korek api dalam wadah water proof dan lilin.

Berawal dari iseng-isen buka facebook muncul sebuah note yg bertuliskan itenerary g.raung dari bang djal gm,dalam benakku wah mantep juga nih kalo ikutan, lagian mau backpackeran solo trip ke kawah ijen kan batal, eits…. btw gunung raung dimana ya??? Kok baru denger aku, maklum ane kanmasih newbie dalam hal pergunungan. Tanpa banyak fikir panjang langsung aku tanya ke mbah google,
taraaaa muncul deh info lengkap mengenai gunung raung, setelah baca2 beberapa paragraf dalam hatiku berkata gile nih gunung sepertinya menantang dan patut untuk dicoba,semangat mengebu2 pun membara layaknya pejuang yang akan bertempur untuk membela negaranya.

Hari berganti hari tapi persiapanpun urung aku lakukan karena terganjal pekerjaan, baru H-1 kelabakan pinjem sana-pinjem sini, mulai dari pinjen carryl imut2 punya mbak may marazzi sampai camdig kepunyaan mas hari suseno, alhamdulillah boleh dipinjem juga, arigato matur thankyou sebelumnya atas barang yang telah dipinjamkan. wokaiii hari sabtu pun tiba, pagi2 sebelum berangkat kerja aku sempetin mampir dulu ke st.gubeng untuk cari tiket kereta api bisnis mutiara timur untuk ke kalibaru(kan pendakian kali ini kita lewat kalibaru), bukannya sombong atau banyak uang,tapi hari itu musti lembur sampe jam 21.30 jadinya musti ambil jadwal kereta yg jam 22.30, lagian temen2 yg laen jg dah berangkat duluan pake kereta ekonomi jam 14.00, gpp lah berangkat sendiri. Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 dan kereta mutiara selatan dah standby di stasiun, perjalanan 6 jam menuju kalibarupun dimulai, tepat pukul 04.30 hari minggu sampai juga di st.kali baru dan langsung telepon temen2 yang dah dateng duluan untuk minta dijemput, gk sampe 5 menit pun seseorang menjemputku dan kami pun berkenalan, panggil saja dia bang josinyo hahahhaha.

Setelah itu pun kami langsung meluncur ke basecamp regass pala milik bang jos, gk sampe 5 menit dari stasiun akhirnya kami tiba di basecamp. Didalam basecamp tergolek terkapar tak berdaya diantaranya bang djal gm, wong bulu, apoey kompeni dan onoy trekk hikink, mungkin karena menempuh perjalanang panjang naek si ular besi kelas ekonomi wkwkwkkwkw.
Setelah berbincang dengan bang jos mengenai pendakian dapat info bahwa pendakian akan dimulai hari senin dan itu berarti ngecamp satu hari di pos 1 (ex p.sunarya), kenapa ex p.sunarya karena p.sunarya dah pindah dari tuh tempat,pindah ke seberang sungai noohh, ntar kalo mulai naek juga keliatan bilik p.sunarya yg baru xixixixiix
kembali ke laptoppp, eh maksudnya kembai ke rencana pendakian,kalo mulai pendakian hari senin berarti turun hari kamis,wah gaswat musti cuti 4 hari donk ane, bisa2 pulang dari raung didepak dari kerjaan,setelah aku memelas iba akhirnya bang jos mau mendaki mulai hari itu juga, Hhahah thanks before bang.

Okay pagi2 pun kami langsung packing dan cari warnet untuk ngeprint perijinan pendakian,untuk perijinan diperlukan 3 berkas,yaitu ke kecamatan,polisi sama ke perhutani kalo gak salah,dan semuanya free alias gretoong…(maklum ane gk ikut buat tuh surat).jam pun dah menunjukkan pukul 10 kendaraan pengantar pun siap di depan basecamp.kali ini kita diantar abang2 temen2 bang jos dengan biaya ganti bensin ke POS 1 sebesar 30.000, oke bang berangkat
biasanya kalo naik ojek dari st.kalibaru ke pos awal pendakian lebih dari 30.000 itu pun gk bakalan diantar sampai POS1 mentok2 sampai jembatan. Setelah pejalanan selama 1 jam melewati perkebunan cokelat dan kopi milik PTPN kalibaru akhirnya sampai juga di pos 1. dipos inilah kita langsung mengisi perbekalan air selama pendakian,maklum kan selama jalu pendakian ke gunung raung gk ada air sama sekali,jadi sangat amat disarankan mengisi air sebanyak-banyaknya di pos 1 ini.oke kawan2 ayo isi jerigen air 5 liternyaaa sampai penuh,jangan lupa botol air mineralnya jg diisi(rata2 kami membawa air sebanyak 7 liter peranak).setelah selesai mengisi air tidak lupa kami semua berdoa agar perjalanan kami selamat selama perjalanan hingga kembali kerumah masing2 tanpa kurang satu apapun,amien.

Oke tepat pukul 11.15 kami mulai perjalanan pendakian,seperti bebek yg berjalan rapi kamipun menyusuri hutan g.raung yg lebat.setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnyaa kamipun sampai di pos 2 atau dikenal POS SEMAR tepat jam 15.30,sebenarnya masih memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan sampai ke shelter setelah pos 2,tp menurut bang jos shelter2 yg ada gk menampung 2 tenda dan pos 3 masih jauh maka diputuskan ngecamp di pos 2 ini.pos 2 ini sangat lebar hingga dapat menampung 4 tenda kalo mau bersih-bersih dulu sih😀. Hari berganti malam dan kamipun terlelap  berselimut dinginnya hutan g.raung,tak terasa jam menunjukkan pukul 5 pagi hari senin kamipun langsung memasak untuk mengisi energi,karena hari ini rencananya kita langsung gas polll sampai ke pos 4. Jam dah menunjukkan pukul 08.00 dan semua sudah dipacking kembali dan siap melahap track yang panjaanngggg (disarankan mulai di pos 2 ini memakai gather/pelindung kaki,kaus kaki panjang dan sarung tangan) karena jalur yang akan dilewati banyak tumbuhan berduri yang sangat amat menyiksa.

Perjalanan panjang pun dimulai dengan langkah pasti dan stabil kamipun menyusuri jalan setapak yang samar2 karena masih rimbun tertutupi semak2,wuiihhhhh mantep jalannya masih alami bangettttt hutannya pun masih alami jam 08.00 serasa masih pagi banget karena cahaya matahari belum menyentuh tanah akibat rimbunnya hutan….
setelah berjalan beberapa jam akhirnya sampai POS 3 atau POS PETRO,tak terasa perut sudah keroncongan ternyata sudah jam 12.30 kami pun rehat sebentar di pos ini guna memanaskan air untuk minum kopi sembari makan-makanan ringan.

 

Setelah 30 menit istirahat dan mengisi ulang energi kami pun berjalan kembali menyusuri belantara rimba g.raung. setiap berjalan 1 jam dari pos kita akan menjumpai shelter2 yang cocok untuk break sebentar untuk minum atau merokok (bagi yg merokok,kalo ane anti rokok sob),karena sering istirahat ditiap2 shelter akhirnya kita kemalaman dan sampai di POS 4 atau POS BAGONG pikul 19.00, setelah sampai pos 4 kita mendirikan tenda dan istirahan guna persiapan summit attack besok pagi.

Pagi pun munyambut kami dengan cuaca yang sangat cerah,hampara sajadah awan yang sangat putih terpampang didepan tenda kami,mari kawan kita makan dan membawa perbekalan untuk summit. Tepat pukul 08.00 hari selasa kami menuju puncak sejati,perjalanan kepuncak sejati sungguh menyeramkan dan sungguh menguji keberanian kita(dalam hal summit kali ini mental yang berbicara) oke puncak bendera telah dilalui dengan aman kemudian lanjut ke shirotul mustaqim,kenapa di sebut shirotul mustaqim??? Ini karena jalur pijakan kita hanya 50 cm kalo gk salah(belum sempet ngukur cuy…) dan kanan kirinya langsung jurang losssssss hahhahah ngeri euy…. Setelah melewati shirotul mustaqim kita melipir melewati puncak 17  dan melanjutkan ke puncak tusuk gigi dan tujuan utama kita yaitu puncak sejati. Oh iya lupa??? Kali ini kita menuju puncak sejati tanpa menggunakan alat2 climbing atau alat2 SRT  maklum kita pada gk punya,jadi hanya berbekal kenekadan dan kita percayakan keselamatan kita pada ALLAH SWT. Kita menyusuri tebing yang rapuh dan kadang2 kita juga haru climbing bebas untuk mencapai atas.Sampai dipuncak sejati pukul 10.30 dan langsung membuka perbekalan karena udah keroncongan belum di isi dari pagi hahhahaha.

ke puncak sejati kali ini ada beberapa misi diantaranya kita juga memasang plat puncak yang telah lama hilang,ada juga misi teman kita si onoy trekk hiking untuk mendapatkan jawaban cintanya atas belahan hatinya,dan lain2.
jam dan menunjukkan pukul 12.00 akhirnya kita putuskan untuk kembali ke pos 4 guna packing dan turun kebawah dan kembali ke peradaban atau kembali ke kandang masing2.
cerita masih lanjut euy.

perjalanan turun kali ini lebih menantang karena disambut dengan rintik2 hujan,kenapa menantang???? Karena konon katanya kalau hutan g.raung ini terkena hujan para penghuninya alias pacet aliah lintah bakalan keluar hiiiii…. Atut…..,tak terasa sudah sampai di POS 1 lagi dan kami melanjutkan kebawah lagi karena tidak mau merepotkan abang2 yg menjemput kami susah payah naik sampai POS 1.taraaaa…. sampai di jembatan abang2 yg menjemput kami ternyata sudah standby dan kami ber6 pun diantar kembali ke basecamp REGASS PALA.

Our Pictures

This slideshow requires JavaScript.

Special Thanks to :

  1. Allah SWT
  2. kedua orang tuaku yang senantiasa mendoakanku
  3. team raung summit (josinyo raung regass,djal gm,apoey kompeni,onoy trekk hikink and wong bulu)
  4. Segenap keluarga besar REGASS PALA
  5. abang2 yg nganter dan jemput kita.
  6. Maya atas pinjeman Carryl Imut2nya
  7. Mas Hari atas pinjeman camdignya.